Páginas

Sabtu, 11 Mei 2013

Talaga Bodas

             Tergiur melihat foto-foto perjalanan para penjelajah di Nusantaride tentang keindahan Talaga bodas yang berada di kecamatan Wanaraja kabupaten Garut. Dan kebetulan jaraknya cukup dekat dari kediaman mertua di Malangbong, Garut.
Berangkat sekitar pukul 07:00 pagi. Menuju arah Bandung hingga pasar Bandrek belok kiri ke arah Wanaraja. Malangbong hingga Wanaraja masih disuguhkan dengan jalanan yang cukup mulus serta pemandangan pagi hari yang menyejukkan mata.
Selanjutnya setelah memasuki pasar Cimaragas kemudian belok kiri menuju jalan Sindangratu. Tinggal ikuti jalan utama akan ketemu jalan Talaga bodas.
Perjalanan sesungguhnya baru dimulai dari sini. Sekitar 10 KM untuk mencapai tujuan kita harus melalui jalan yang cukup parah atau lebih tepatnya hancur.
Perjalanan sesungguhnya baru dimulai
Beberapa kilometer ke depan perjalanan dirasa makin sulit dengan diiringi gerimis pagi yang cukup membuat jalan bertambah licin. Untuk motor yang bukan medannya, istri beberapa kali harus turun untuk bisa melewati ganasnya jalur ini.
Sepertinya sudah saatnya punya motor dual purpose…hehehe
Beberapa kali sempat berpikiran untuk meyerah saja. Cukup lama juga berjuang hingga akhirnya menemukan jalan yang cukup bagus dilewati dari sebelumnya. Sekitar 3 jam akhirnya ketemu juga dengan rambu petunjuk ke Talaga bodas.
Setelah cukup lama baru menemukan 1 rambu arah
Dari rambu tersebut lokasi masih sekitar 1 KM lagi, namun jalannya sudah cukup bagus. Tapi harus tetap berhati-hati, karena jalanan masih didominasi tanah dan batu-batu kecil.
Sekitar pukul 11:30, akhirnya tiba juga di kawasan Talaga bodas setelah membayar biaya retribusi 5000 rupiah. Perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan sepertinya terbayarkan dengan keindahannya.
Talaga Bodas
Terpana dengan keindahannya, membuat hasrat untuk narsis semakin kuat. :mrgreen:

Cukup puas dengan suasa ini disini. Sebelum pulang, istirahat sejenak di gerbang masuk sekalian mencari informasi jalan yang lebih layak pakai. :razz:
Istirahat sejenak
Pulangnya petugas menyarankan kita untuk melewati jalur ke arah tasikmalaya. Benar saja, jalur ini lebih manusiawi dari pada jalur dari Wanaraja. Walaupun jalanan masih terbuat dari tanah dan kerikil yang diratakan cukup membuat perjalanan pulang lebih lancar.
Hingga akhirnya tiba di daerah Kadipaten, Tasikmalaya. Langsung disuguhkan pemandangan luar biasa dengan jalan yang mulus.
Pemandangan sekitar daerah Kadipaten
Setelah sekian lama akhirnya bisa merasakan aspal lagi
Jalur ini akan tembus di sekitar perbatasan Garut – Tasikmalaya sebelum melewati turunan Gentong jika dari arah Bandung.
Tiba sekitar pukul 13:30 di rumah mertua. Berarti hanya butuh waktu 1 jam untuk perjalanan pulang. Sangat kontras dengan jalan via Wanaraja  yang membutuhkan waktu lebih dari 4 jam. :shock:

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate