Páginas

Selasa, 01 Mei 2012

Kutukan Pharaoh Tutankhamun

Tutankhamun Mask
Pada tahun 1922, seorang pria Inggris yang kaya bernama Howard Carter menemukan lokasi penguburan dari Pharaoh Tutankhamun di dalam situs makam Lembah Raja-raja. Ada banyak peninggalan berharga berupa emas, barang-barang, dan bahkan makanan yang dikuburkan di dalam lokasi ini.

Karena ini adalah penemuan arkeologis besar, banyak ahli arkeologi lain pergi ke situs makam Lembah Raja-raja. Segera setelah itu berbagai hal misterius mulai terjadi. Banyak dari ahli arkeologi, itu yang pernah memasuki makam jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal. Diberitakan selama era 1920’s, lebih dari (sekedar) dua lusinan orang ini meninggal tidak lama sesudah memasuki makam Tutankhamen. Inilah permulaan kutukan dari Pharaoh Tutankhamun.

Di sekitar musim semi tahun 1923, Lord Carnarvon (donatur dari ekspedisi Howard Carter) digigit oleh nyamuk di pipi ketika bercukur. Hal Itu menyebabkan dia terkena infeksi dan kemudian Lord Carnarvon meninggal, dan pada saat yang bersamaan seluruh lampu-lampu di dalam kota Cairo secara aneh padam. Pagi itu pada saat Lord Carnarvon meninggal anjingnya mulai menggonggong dan lalu secara tiba-tiba mati . Kutukan Tutankhamun mulai banyak dipublikasikan oleh media. Pemberitaan yang luar biasa media itu menimbulkan berita-berita yang lain bermunculan. Ada satu berita yang menyatakan burung kenari Howard carter mati dipatok ular kobra tepat setelah penemuan pintu makam.

Banyak orang percaya kutukan dari Raja Tut adalah benar, sampai pada 1986 seorang dokter Prancis, Caroline Stenger-Phillip menemukan satu penjelasan untuk kematian-kematian yang misterius tersebut. Dr. Stenger-Phillip menyatakan adanya buah-buahan dan sayur-mayur di dalam makam mungkin menyebabkan timbulnya partikel-partikel debu organik. Partikel-partikel ini mungkin punya mempunyai suatu potensi penyebab alergi. Ia juga mengklaim bahwa para ahli arkeologi mengidap suatu alergi setelah menghirup semua partikel-partikel yang selanjutnya menggiring kepada kematian mereka. Ia tidak percaya bahwa kutukan dari Tut adalah peyebab kematian-kematian yang misterius.

Kutukan dari Raja Tutankhamun masih menjadi suatu misteri bagi sebagian orang hal itu hanyalah takhyul, tetapi namun masih banyak dari mereka yang benar-benar percaya pada suatu kutukan. Apakah kutukan benar adanya? Apakah Anda percaya akan “Kutukan dari Raja Tutankhamun ?”

Sumber: http://misteridunia.wordpress.com/

sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Translate